Dituduh Dukun Santet, Rumah Warga Sai Bima Dirusak Massa

0 49

Tinta Rakyat Dompu- NTB. Isu dukun santet memakan korban. Rumah seorang warga Dusun Wila Desa Sai, Kecamatan Soromandi, Bima, berinisial SJ (50) dirusak puluhan orang tak dikenal sekitar pukul 02.15 wita, Kamis (3/8).

Massa juga membakar lumbung padi dan uang korban Rp200 juta serta emas 20 gram ikut terbakar. Selain itu, massa juga merusak dua sepeda motor dirusak dan isi rumah korban seperti TV dan laptop. Begitu juga dengan beras 800 kg korban dibakar massa. ’’Kerugian korban sekitar Rp250 juta,’’ ujarnya.

Kapolsubsektor Soromandi Ipda Zulkifli membenarkan adanya perusakan dan pembakaran rumah seorang warga di Desa Sai. ’’Korban SJ dituduh dukun santet. Puluhan warga datang merusak dan membakar rumahnya,’’ katanya.

Ia menuturkan, saat itu korban SJ sedang berbaring di bawah kolong rumahnya. Korban melihat dua orang yang tidak dikenal dengan menggunkan cadar sarung. ’’Korban langsung menegurnya, akan tetapi tidak dijawab oleh kedua orang tersebut,’’ ceritanya.

Selang beberapa menit, tiba-tiba sekitar 50 orang datang menghampiri rumah korban dan melempar rumah. Puluhan warga itu mengeluarkan kata-kata kotor dan menuduh korban dukun santet.

’’Karena melihat banyak orng yang datang menyerang kediamannya, korban langsung lari menyelamatkan diri ke Dusun Riando, Desa Sai,’’ ungkapnya.

Zulkifli mengatakan, untuk menghindari amukan massa anggota Subsektor Soromandi mengantar korban beserta istri dan anak-anaknya untuk mengaman diri di tempat keluarganya di desa lain. ’’Pasca kejadian pengerusakan, sampai saat ini situasi di Soromandi masih dalam keadaan aman terkendali,’’ terangnya.

Ia mengimbau kepada warga agar selalu bijak dalam menerima informasi yang belum jelas. Hindari kebiasaan main hakim sendiri. ’’Jangan mudah diprovokasi dan mari jaga Soromandi agar tetap kondusif,’’ imbaunya. (izl)

dikenal sekitar pukul 02.15 wita, Kamis (3/8).

Massa juga membakar lumbung padi dan uang korban Rp200 juta serta emas 20 gram ikut terbakar. Selain itu, massa juga merusak dua sepeda motor dirusak dan isi rumah korban seperti TV dan laptop. Begitu juga dengan beras 800 kg korban dibakar massa. ’’Kerugian korban sekitar Rp250 juta,’’ ujarnya.

Kapolsubsektor Soromandi Ipda Zulkifli membenarkan adanya perusakan dan pembakaran rumah seorang warga di Desa Sai. ’’Korban SJ dituduh dukun santet. Puluhan warga datang merusak dan membakar rumahnya,’’ katanya

Ia menuturkan, saat itu korban SJ sedang berbaring di bawah kolong rumahnya. Korban melihat dua orang yang tidak dikenal dengan menggunkan cadar sarung. ’’Korban langsung menegurnya, akan tetapi tidak dijawab oleh kedua orang tersebut,’’ ceritanya.

Selang beberapa menit, tiba-tiba sekitar 50 orang datang menghampiri rumah korban dan melempar rumah. Puluhan warga itu mengeluarkan kata-kata kotor dan menuduh korban dukun santet.

’’Karena melihat banyak orng yang datang menyerang kediamannya, korban langsung lari menyelamatkan diri ke Dusun Riando, Desa Sai,’’ ungkapnya.

Zulkifli mengatakan, untuk menghindari amukan massa anggota Subsektor Soromandi mengantar korban beserta istri dan anak-anaknya untuk mengaman diri di tempat keluarganya di desa lain. ’’Pasca kejadian pengerusakan, sampai saat ini situasi di Soromandi masih dalam keadaan aman terkendali,’’ terangnya.

Ia mengimbau kepada warga agar selalu bijak dalam menerima informasi yang belum jelas. Hindari kebiasaan main hakim sendiri. ’’Jangan mudah diprovokasi dan mari jaga Soromandi agar tetap kondusif,’’ imbaunya.(Red NTB)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!