Aliansi Rifa Handayani Gelar Demo, Minta Pecat AH dari Kabinet

0 39

JAKARTA – Puluhan Aliansi Peduli Rifa Handayani gelar aksi demo di depan Musium Nasional Jakarta Pusat. Dalam aksinya mereka menuntut ketua umum Golkar dicopo dari jabatannya sebagai menteri perekonomian.

Pasalnya Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto diduga melakukan perselingkuhan dengan Rifa Handayani.

Diketahui mereka menuntut agar Airlangga Hartarto tidak layak menjadi seorang pemimpin, Mereka juga menyampaikan agar presiden Jokowi agar memecat AH dari kabinetnya.

“Kami meminta kepada bapak presiden RI Jokowi Widodo untuk kemudian jika Erlangga Hartarto tidak mampu memberikan klarifikasinya ke publik maka satu saja kami minta pecat Erlangga dari menteri perekonomian, Sepakat kawan,” kata orasinya, dilansir dari timredaksi.com ,Selasa (11/01/2022).

“Karna dia seorang pablik pigur tidak layak melakukan tindakan-tindakan seperti itu. Negara Indonesia adalah negara hukum wajib bila dia dihukum apalagi dia salah satu kabinet dari presiden Indonesia,” bener orasinya

“Kami juga meminta kepada Jokowi memberikan instruksi yang tegas karna dugaan kami ini merupakan dugaan yang sudah lama kawan-kawan,” Lanjut Tutut orasinya.

Sebelumnya, Ketua Umum Parpol berinisial AH, dilaporkan seorang wanita bernama Rifa Handayani ke Mabes Polri.

Selain, AH, istrinya berinisial YA juga dilaporkan ke Mabes Polri, Selasa (14/12/2021). Yang mana AH dan YA dilaporkan atas tuduhan ancaman dan intimidasi yang dilakukannya di media sosial dengan sangkaan UU ITE.

Rifa sendiri ngotot agar AH bertanggung jawab secara hukum lantaran telah mengancam keselamatan dirinya dan harga diri keluarga. Rifa mengatakan, dirinya tidak akan mundur ataupun berdamai dengan AH yang juga salah satu menteri Presiden Joko Widodo tersebut. Sebab, dirinya dan sang suami sakit hati telah dituduh memeras melalui surat somasi.

“Jadi sebelum saya mengungkap aib ini dan melakukan pelaporan, saya dan suami disomasi dan isinya dituduh memeras. Akhirnya suami saya sakit hati karena dituduh memeras. Jadi kami tidak terima untuk berdamai, kalau saya berdamai nanti saya dianggap membenarkan tuduhan memeras yang di surat somasi itu,” kata Rifa saat mengelar jumpa pers di FX Senayan, Jakarta, Sabtu Malam (18/12/2021) lalu.

Rifa menjelaskan, sebelum kasus ini dia ungkap, sang suami dan dirinya telah meminta AH untuk bertemu tetapi AH selalu menolak. Permintaan itu dilakukan suaminya saya melalui telepon hingga email.

“Suami saya hanya minta bertemu berempat, saya, suami saya, si AH dan istrinya. Tapi AH selalu tidak bisa. Malahan, akhirnya suami saya dituduh memeras. Marahlah suami saya, lantaran dituduh memeras. Akhirnya Saya diminta untuk membela harga diri dengan cara mengungkap semua ini,” jelas Rifa.

Selain itu, kata Rifa, dirinya melakukan semua ini mengungkap aib dirinya sendiri ke publik sebagai bentuk tanggung jawab dirinya ke suami lantaran telah melakukan perselingkuhan.

“Bagaimanapun perselingkuhan itu, kedua orang yang melakukan perselingkuhan salah, baik si wanita dan si pria tidak punya moral. Nah, yang saya lakukan sekarang ini sebagai bentuk rasa tanggung jawab saya ke suami karena telah melakukan perselingkuhan, saya tidak punya moral tapi memiliki tanggung jawab atas moral yang saya lakukan,” katanya.

“Sedangkan si AH sudah tidak punya moral, tidak bertanggung jawab. malah jahat memutarbalikan fakta, malah menuduh kami memeras,” ucapnya

Disinggung, kenapa baru sekarang mengungkap kasus ini menjelang Pemilu  2024? Rifa beralasan tidak tidak mencari momen untuk mengungkap kasus ini jelang 2024. Rifa juga mengatakan, bahwa dirinya dan suami tidak mengerti akan agenda politik di Indonesia. Hanya saja, momen pengungkapan kasus ini bertepatan dengan agenda politik Pemilu 2024 mendatang.

Mengenai adanya tuduhan dirinya ditunggangi lawan politik untuk mengungkap aib AH, Rifa mengatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak ditunggangi oleh siapa pun. Dirinya hanya melakukan ini sendiri dengan restu dari suaminya.

“Kalau misalnya saya ditunggangi, kerugian di saya apa. Hal negatif apa yang saya terima kalau ditunggangi. Yang jelas, saya tidak mengerti politik. Yang penting saya tidak mengajak-ngajak orang, tidak minta tolong orang, dan saya berdiri sendiri,” pungkasnya.***

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More