Ekonomi Memburuk, Masyarakat lingkar Tambang kab. Sumbawa Barat NTB Unjuk Rasa Di PT. AMNT 

0 158

 

tintarakyat.com, Kab. Sumbawa Barat – Pada hari Rabu tanggal 27 Januari 2021 pukul 07.30 Wita bertempat di Gate Benete PT AMNT Kec. Maluk Kab. Sumbawa Barat telah berlangsung aksi unjuk rasa oleh Gerakan Masyarakat Lingkar Tambang yang merupakan aksi lanjutan kelompok tersebut. Adanya upaya pemblokiran akses Gate Benete PT AMNT oleh Sdri. Yuni Bourhany (Kordum Klompok Gerakan Masyarakat Lingkar Tambang) dan Sdr. Jhon Ariadi (Eks Karyawan PT NNT) dengan peserta masa lainnya ± 10 orang.

Aparat Keamanan berjaga pada aksi unjuk rasa Masyarakat Lingkar tambang

Baca juga Lksa Lpepm NTB Mendesak Segera Ditetapkan Tersangka Oknum Polisi F Dan Pasangannya Dalam Video 1.30  Di RSUD Dompu

Adapun tuntutan aksi unjuk rasa lanjutan tersebut antara lain,
1). Menuntut PT.AMNT melakukan Pemberdayaan terhadap seluruh lini kehidupan Masyarakat untuk lebih baik.
2). Memberikan kembali Dana CSR ke masing-masing Desa selingkar tambang
3). Pemulihan perekonomian Masyarakat
4). Memperioritaskan tenaga kerja Lingkar tambang.
5). Membuka Balai Training di wilayah lingkar tambang
6). Menutup akses rekrut satu pintu.
7). Pemberdayaan Pengusaha Lokal dengan mengaktifkan kembali LBI(Lokal Bisnis Inisiatif).
8). Memberikan kembali akses Vsitor
9). Mendesak PT.AMNT agar menggunakan jasa buruh untuk bongkar muat barang Supleyer.
10). Mengembalikan wewenang parkir Gate Benete ke pihak Desa
11). Menuntut Perusahaan agar pengelolahan limbah Scrap melibatkan Lembaga Adat.
12). Tranparansi terkait Smelter
13). Menuntut perusahaan agar memecat Sdr. Yudha Ardinata (Manager Social Impact PT AMNT) karena tidak mampu menyelesaikan permasalahan warga lokal.

Pantauan awak media, Pukul 07.30 Wita Sdri. Yuni Bourhany (Kordum Kelompok Gerakan Masyarakat Lingkar Tambang) dan Sdr. Jhon Ariadi (Eks Karyawan PT NNT) tiba di Gate Benete PT AMNT untuk melakukan pemblokiran akses gate atas kekecewaan karena tidak mau ditemui oleh pihak managemen PT AMNT terkait tuntutan aksi unjuk rasa pada hari Senin tanggal 25 Januari 2021. Kabag Ops Polres Sumbawa Barat melakukan koordinasi dengan Sdri Yuni Bourhany sehingga aksi pemblokiran akses Gate Benete tidak dilaksanakan.

Pukul 08.50 Wita menyusul Sdr. Dani alias Dani Croes dari Kelompok Gerakan masyarakat Sumbawa barat mencari keadilan (GMSBMK) untuk bergabung dengan Sdri Yuni Burhany dalam upaya pemblokiran akses Gate Benete.

Gerakan Masyarakat Lingkar Tambang beserta tujuh massa aksi dengan membawa alat pengeras suara menggunakan R4 Nopol EA 8702 H serta membawa alat peraga berupa spanduk dan pamflet yang dipasang pada pagar lokasi parkir PT AMNT, bertuliskan:
” USIR YUDHA ARTHA D. DARI BATU HIJAU”

Dalam orasinya Yuni Bourhany yang menjelaskan kekecewaan masyarakat lokal atas sikap Manajemen yang tidak mau bertemu Massa Aksi pada unjuk rasa sebelumnya.
“Kami kecewa atas sikap managemen yang tidak mau menemui kami. Kami ingin tanah kami dihargai, jangan membawa masalah sosial di wilayah Maluk”, ungkap Yuni Bourhani dalam orasinya.

Tambahnya lagi, PT AMNT adalah penjajah yang merusak tatanan masyarakat Maluk dan KSB. Ini adalah penjajahan bidang ekonomi. Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah hingg kecamatan bersikap apatis, tidak peduli dengan nasib rakyatnya.

Pada Pukul 09.30 tiba Sdr. Hendra Jaya Sekcam Maluk untuk melakukan koordinasi dan menfasilitasi massa aksi dengan pihak managemen perusahaan.

Sdr. Mahfud korlap aksi Gerakan Masyarakat Lingkar Tambang dalam orasinya menjelaskan bahwa PT. AMNT menyumbangkan suspect Covid terbanyak di KSB. Karyawan di lockdown ibarat penjara. Pemegang kebijakan PT AMNT adalah seorang diktator, mereka memperbudak karyawan dan masyarakat. Kami masyarakat tidak mendapat kontribusi baik.

“Ekonomi Pasar Maluk lumpuh total, tidak ada pelanggan kami dari karyawan AMNT karena mereka dipenjara di tambang. Kami menuntut hak hak kami yang dirampas oleh PT AMNT”, ungkap Korlap Aksi tersebut.

Selanjutnya pada Pukul 13.11 Wita massa aksi melaksanakan siaturahmi dengan seluruh Kades di wilayah Lingkar Tambang yang kebetulan para Kades melaksanakan rapat di Depot Youla Pantai Mantun Desa Mantun Kec. Maluk. Adapun inti penyampaian Sdri. Yuni Bourhany yaitu mengharapkan para kades juga turut memperjuangkan nasib rakyat di Lingkar Tambang.

Yuni Bourhany bersama sejumlah massa aksi kembali melakukan pemblokiran akses Gate Benete PT AMNT. Dilakukan koordinasi oleh Kabag Ops, Kapolsek Maluk, dan Danki Brimob dengan Sdri. Wahyuni Bourhany. Pukul 14.30 wita aksi masa membubarkan diri dan kembali ke kediaman masing-masing yaitu menuju Kec. Maluk.

(Wawan/tintarakyat)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More