APJ : Minta TPA jatiwangin Over Kapasitas dan Cemari Lingkungan ditangani Pemerintah Pusat

0 169

Kabupaten Tangerang, Tintarakyat – Pengelolahan Sampah di TPA Jatiwangin Sudah Termasuk Pencemaran Lingkungan Maka Harus Menjadi Program Nasional Pemerintah Pusat, Menurut Beberapa Penggiat Sosial dan Lingkungan Hidup di Wilayah Kabupaten Tangerang yang tergabung dalam Aliansi Peduli Pengelolahan Sampah Kabupaten Tangerang, Selasa, 09/11/2021

Menurut Ketua Aliansi Pemuda Jatiwangin (APJ) Sampah di TPA Jatiwangin sudah over kapasitas dan pencemaran lingkungan yang perlu di tangani oleh Pemerintah Pusat, Karena Terlihat kumuh dan tidak terkelola serta masih banyak ditemukan Sampah Medis dan Pencemaran Lingkungan Melalui Udara, Air yang tercemar ke sumber Air Warga yang Mengakibatkan Air berwarna hitam.

Dan sumber air sumur warga jika dipakai mandi warga merasa gatal-gatal serta Aliran Sungai Cirarab yang tercemar dan jebolnya Tanggul pembatas TPA Jatiwangin, mengakibatkan Air Limbah sampah yang mengalir ke sawah warga juga membuat persawahan tidak bisa dikelola dan sampai saat ini Dinas terkait pun tidak mampu merubah bukit sampah menghilang malah bertambah, “Paparnya

Dan menurut Ketua Aliansi Pemuda Jatiwangin (APJ) INDRAWAN hal tersebut sudah saya sampaikan beberapa kali dan kami konfirmasikan kepada Pihak Terkait, Namun sampai saat ini selama dua tahun berjalan pihak terkait belum melakukan upaya-upaya penanggulangan sampah secara maksimal dan terprogram baik hingga tidak terawatnya alat berat dan tidak adanya kompensasi untuk masyarakat yang terkena dampak bau dan asap dari TPA Jatiwangin “Paparnya

Kami yang bergerak di Aliansi Pemuda Jatiwangin (APJ), yang terkumpul di Aliansi Peduli Pengelolaan Sampah di TPA Jatiwangin bermaksud untuk mengajak pihak terkait untuk mencari jalan keluar penanggulangan sampah di TPA Jatiwangin yang kami rasa sudah meresahkan masyarakat sekitar dengan pencemaran lingkungannya dan Over kapasitas serta kompensasi untuk warga yang terdampak bau “Jelasnya

Dan Ketua Forum Solidaritas Pemuda Tangerang Utara, EL-Siradj Pun Menambahkan ketika di wawancara bahwa sebelum Aliansi Pemuda Jatiwangin ( APJ ), sudah ada beberapa Lembaga dan Penggiat Sosial dan Lingkungan Lain yang meminta dan menegur Dinas Terkait untuk Penanggulangan dan penataan TPA di Jatiwangin agar tertata dan terkelola sesuai Perda dan juknisnya serta menjadi Program Nasional dalam Kegiatan Pengelolaan Sampah,”Paparnya

 

Setelah Aliansi Peduli Pengelolahan Sampah Kabupaten Tangerang melakukan investigasi di lapangan hari ini di TPA Jatiwangin Bersama Ketua Aliansi Pemuda Jatiwangin ( AJP ), dan Penggiat sosial serta Awak Media bahwa sangat prihatin lahan Penampungan Sampah di TPA Jatiwangin saat ini hanya menjadi Sebuah Bukit Yang Menakutkan Untuk generasi selanjutnya tanpa pengelolahan dan pengelompokan sampah berbahaya dan tidak berbahaya.”Pungkasnya

Namun Ketika Awak Media mengkonfirmasi kepada Kadis terkait Laporan dari Aliansi Pemuda Jatiwangin, Ikatan Pemuda Nusantara Indonesia, LBH, LSM, serta aktivis dan Penggiat sosial yang membentuk Aliansi Peduli Pengelolaan Sampah Kabupaten Tangerang, sedang menunggu progres perencanaan mesin baru Pengelolahan sampah. “Ungkapnya Kadis kepada Awak Media Melalui Cat WhatsApp sekitar jam 11: 54 wib, Karena Ketika meminta Ijin Via dariing Kadis sedang Rapat.

Namun hal ini menurut Keterangan Beberapa Penggiat Sosial dan LSM dan OKP Kecamatan Mauk sudah Mencoba Mengaspiraskan Suara warga sekitar, tetapi masih belum ada tindakan lanjutnya kurang lebih 10 Tahun lalu hanya ada penertiban lapak warga yang berada di sepanjang bantaran Kali Cirarab depan TPA Jatiwangin kurang lebih sudah dua Minggu yang lalu pembongkarannya, tanpa melakukan solusi atas Permasalahan Kesehatan dan Pencemaran Lingkungan di TPA Jatiwangin yang Kawan-Kawan Aktivis dan Penggiat Sosial.

Jurnalis : Gus Ahmad/Tinta Rakyat Banten

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More