Bupati Kaimana Freddy Thie: Pernyataan Mensos Menyakiti Masyarakat Tanah Papua

0 60

Tintarakyat.com – Bupati Kaimana, Papua Barat, Freddy Thie menanggapi pernyataan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang mengancam ASN tidak becus akan dibuang ke Papua. Menurut Freddy, pernyataan Risma tersebut terlampau menyakitkan bagi masyarakat tanah Papua.

“Pernyataan Ibu Menteri Sosial itu sangat menyakitkan. Seakan-akan tanah Papua ini menjadi tempat pembuangan ASN yang tidak becus,” kata Freddy melalui keterangan tertulis, Rabu (14/7/2021).

Menurut Freddy, pernyataan Risma tersebut kontraproduktif dengan Intruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 Tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi  Papua dan Provinsi Papua Barat. Katanya, salahsatu instrumen untuk merealisasikan intruksi tersebut adalah pembangunan SDM.

“Tanah Papua ini butuh SDM yang unggul dan produktif. Tapi kenapa justru mau dijadikan tempat pembuangan ASN yang tidak becus?,” ujar Freddy.

Freddy berharap Mantan Wali Kota Surabaya itu mencabut pernyataannya dan meminta maaf kepada masyarakat Papua dan Papua Barat. Ia khawatir, pernyataan tersebut menjadi polemik baru di tanah cenderawasih.

“Saya harap Ibu Menteri Sosial berbesar hati mengakui kesalahannya. Meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Papua dan Papua Barat,” kata Freddy.

Lebih lanjut, Freddy mengingatkan kepada para pejabat, publik figur, tokoh masyarakat dan masyarakat luas agar berhati-berhati memberikan pendapat tentang Papua. Apa lagi bagi orang yang samasekali tidak paham kultur masyarakat Papua.

“Kadangkala ada orang yang tidak paham Papua, berkomentar tentang Papua malah jatuhnya seakan-akan mendiskreditkan Papua. Padahal mereka tidak tahu bahwa tanah Papua ini adalah syurganya Indonesia,” ujarnya.

Untuk diketahui, Freddy adalah satu-satunya Bupati di Tanah Papua keturunan Tionghoa. Namun ia lahir dan besar di Kaimana. Karena kontribusi dan rasa kepeduliannya pada masyarakat asli Papua, khususnya masyarakat Papua yang ada di Kabupaten Kaimana, ia kemudian di angkat sebagai anak adat. Bahkan, pada Pilkada 2020 yang lalu, ia terpilih sebagai Bupati ke tiga di Kaimana.

“Jujur, saya sangat terusik ketika ada orang, apalagi orang tersebut bukan orang Papua, berpendapat seolah-olah Papua itu bukan bagian yang penting di Indonesia. Saya memang beda dengan saudara-saudara Saya di tanah Papua ini, tetapi hati Saya hitam dan keriting untuk tanah Papua ini. Saya tidak akan pernah rela jika ada orang yang mendiskreditkan Papua,” tegas Freddy. ***

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More